Sabtu, 17 Mei 2008


Kemilau mentari pagi mecerahkan wajah wajah yang mendayu, anak dara sedang mendaki bukit gunung ranai hendak membasahkan diri dengan embun pagi, apatahlagi yang merisaukan dirinya entah kemana kaki hendak dilangkahkan mengejar bumi yang tak bertepi.
Telah lama dia mendambakan kesejukan yang menyelimuti dirinya yang gundah gulana, entah kenapa pagi ini burung-burung tiung tak bersambutan lagi menyambut pagi bagaikan alam telah redup dari keceriaannya.
Anak desa bangkit dari mimpinya ingin membelah langit agar tahu apa dibaliknya.